Jumat, 12 April 2013

U

" Sayang, kapan pulang ? "

Sederhana. Pertanyaan itu sangat-sangat sederhana. Hanya disampaikan melalui pesan singkat. Tanpa paksaan, tiada pula permohonan. Sebuah pertanyaan wajar seorang kekasih pada pasangan nya.
Yaa, itu sekedar pertanyaan biasa. 
Tapi, pertanyaan ini disampaikan atas dasar kerinduan. 
Atas dasar tatapan yg telah lama tidak saling menyapa. Atas dasar pipi yg kering, yg rindu akan kecupan. Dan kalau kerinduan ini dikategorikan sebagai sebuah tragedi kriminalitas, akulah pelakunya.


~Aku sekarang buronan.
~ Untukmu yang kurindukan, aku akan segera pulang. Mencipta temu, menyulap rindu jadi debu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar