Sabtu, 27 April 2013

Opini GW

" Arti pacar, teman dekat dan apapun menurut kamu "

Oke, pertama kita samain persepi dulu yaa tapi sebelum itu kita bahas asal usul kata " P-A-C-A-R "

Saat ini kata pacaran begitu populer di telinga masyarakat. Bahkan anak SD pun kalau ditanya apa artinya pasti sudah pada tahu semuanya ….
Banyak istilah untuk mengganti kata pacaran ini, di Surabaya biasa disebut genda’an, sedang di Madura biasa disebut sebagai sir-siren, atau bahasa gaulnya sekarang dikenal dengan istilah jadian. Lalu sebenarnya pacaran itu apa sih.??
Penasaran,, ayo kita masuk ke intinya… hehe
Jadi begini ceritanya. Dahulu, di masyarakat Melayu khususnya, ada budaya memakaikan pacar air (masyarakat Melayu biasa menyebutnya inai) pada dua orang muda mudi yang ‘ketahuan’ saling tertarik oleh keluarganya. Biasanya sang pemuda mengirimkan ‘sinyal’ tertariknya dengan mengirim ‘tim’ pembaca pantun untuk sang gadis pujaannya. Nah, tim tadi akan berpantun tepat di depan halaman rumah sang gadis.
Nah, jika si gadis menyambut pantun sang pemuda dan keduanya ingin meneruskan hubungan mereka maka orang tua keduanya memberikan pacar air di tangan keduanya. Inai tersebut sebagai tanda bahwa keduanya telah memiliki hubungan. Nah, ini yang sebenarnya sangat bertanggung jawab. Inai yang ada di tangan akan hilang selama tiga bulan dan selama waktu itulah sang pemuda mempersiapkan segala kebutuhan untuk melamar sang gadis. Jika sampai inai di tangan mereka hilang dan belum juga ada lamaran atau konfirmasi lebih lanjut maka si gadis berhak untuk memutuskan hubungan tersebut dan menerima pinangan lelaki lain. Dan jangan bayangkan selama tiga bulan tersebut mereka berpacaran seperti pacarannya anak zaman sekarang. Mereka sangat terjaga sebelum pernikahan terjadi.
Berarti kata pacar itu sendiri sebenarnya berasal dari daun pacar atau pacar air yang menandakan bahwa pemuda/i tersebut sudah ada ikatan, tinggal nunggu waktu.
Trus sekarang artinya jadi semakin luas diikuti degan perkembangan zaman dan teknologi informasi …

Nah itu asal mula kata " Pacar " mungkin kalau proses nya bisa dibilang kayak "tunangan" gitu yaa???

Sedangkan gw sendiri sebenar nya lebih menyukai kata " teman dekat ". Why??? Karna mungkin semua udah tahu kalau pacaran itu enggak selama nya berjalan mulus. Ada arus pasang naik-turun, putus nyambung putus nyambung putus nyambung dan disaat pasangan itu " benar-benar putus ", apa yang terjadi???? JEDARRRR!!! Yang dulu waktu PDKT dan PACARAN romantis nya bukan main padahal dia orangnya cuek, perhatian setengah mati sampe diri sendiri enggak keurus, apa-apa bela-belain demi pasangan, lupa sama tugas, kerjaan dan lain-lain, semua lupa deh pas udah putus dan akhirnya malah saling menjelek-jelekan satu sama lain, nge-judge pasangan nya gini lah gitu lah sampai saling fitnah. Hiiiii seyeeeeemmm... Dan yang paling enggak enak tuuh kalau kita pura-pura saling enggak kenal setelah putus alasan nya karna sakit hati dan sebagai nya terus saat orang nanya gini, " Ehh kok lu jutek gitu sama dia? " dan jawaban nya jenjrengggggg " Dia mantan gw yg super nyebelin ". Lah emang kalau udah jadi mantan enggak boleh teman gitu ya???

Sedangkan kalau gw lebih senang dikenalin sebagai " Teman dekat " sama pasangan gw. Kalau teman dekat disaat kita mencoba untuk melangkah kehubungan yang lebih serius tapi kenyataannya ada beberapa ketidakcocokan yang selalu menjadi masalah dan akhirnya kita menyerah, enggak ada yg namanya " Mantan Teman " kan??? Kalau pacaran lagi marah karna enggak dapat perhatian, " Ehh, gw bukan emak lu yg tiap hari merhatiiin lu. Gw pacar lu! " Lah bukan nya pacar itu harus bisa saling melengkapi???


Kalau teman itu kesan nya gimana gitu, selalu mencoba memberikan dan menjadi yang terbaik buat pasangan nya ataupun teman dekat nya sendiri.
Kalau pacaran udah lama, terus pasangan nya jatuh atau tersandung dengan enteng nya dia cuma bilang " Maka nya jalan hati-hati " tapi kalau teman? " Lu enggak kenapa-kenapa? " *sambil ngasongin tangan *

Kalau pacar itu pasangan kita yang minta menjadi seperti ini atau itu tapi kalau teman dekat kita dengan ikhlas mencoba menjadi yg terbaik buat dia tanpa dia menuntut pun kita bebas menjadi diri kita. Dan gw sebagai cowok mau jadi teman dekat Zahra Gurnita Rajbani dimana teman dekat dalam artian bisa menjadi ayah nya yg selalu ngelindungin dia, jadi ibu nya yg merhatiin dia, jadi kakak nya yg ngebela dia dan jadi teman hidup (suami nya), yg selalu ada disaat senang maupun susah, saat sehat maupun sakit, saat sedih maupun bahagia dan yg bertanggungjawab dunia-akhirat atas dia. Teman selama-lama nya. I love you mybest friend, Zahra Gurnita Rajbani :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar